Era Koes Plus : Tongkat Kayu Pun Jadi Tanaman, Kini?

Pertanian Indonesia Abad 21

Sawah

Indahnya Negriku

Sangat Ironis memang, jika bangsa Indonesia yang mengaku sebagai negara agraris, justru akan mengalami ketergantungan pangan dari import. Padahal bahan pangan di Indonesia sangat berlimpah ruah, saking berlimpah ruahnya tersebut Koes Plus terinspirasi untuk mencipta sebuah lagu yang bunyinya bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu ikan dan udang pun menghampiri diri mu dan tongkat kayu pun jadi tanaman.

Berarti apa coba tanah kita subur makmur, tapi kita kalah dengan negara-negara yang memiliki lahan pertanian lebih kecil dari kita bahkan teknologi pertaniannya pun sangat maju dibandingkan kita. Prediksi para ahli ini pun tidak sembarangan karena mereka punya asumsi-asumsi yang kuat sebelum menyatakan itu.

Penduduk kita yang 200 juta lebih itu pun masih menganggap remeh pertanian kita juga menjadi penyebab pertanian bangsa kita ini semakin terpuruk. Pertanian kita merupakan modal utama bagi bangsa kita untuk mencukupi kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Namun yang terjadi malahan mereka lebih senang impor dan tidak mau mengolah sendiri lahan-lahan pertaniannya untuk membuat kecukupan pangan di Indonesia ini.

Sekali lagi sungguh sebuah tragedi jika kita sudah tergantung pada impor makanan, karena harga akan ditentukan negara pengekspor dan mereka bisa dengan seenaknya memasukan isi atau mutu makanan yang tidak sesuai dengan keinginan atau kebuthuan bangsa Indonesia. Kalau sudah begitu maka yang terjadi adalah bangsa kita akan semakin melarat dan tergantung dengan negara lain.


Leave a Reply